Tiap browsing sekarang-sekarang ini aku pasti (ko asa ga enakeun manggil aku, ya, what’s wrong?) selalu buka situs yang menyediakan info2 akademik baik research grant maupun scholarship study abroad. Pastinya buaaaaaannnnnnnnnnyaaaaaaaaaak banget tawaran-tawaran di bidang life science,,dan yang paling di tunggu2 adalah mengenai food technology atau daerah2 biotechnology (mudah2an dengan ngambil teknik kimia di S2 ini, suatu saat bisa berguna juga untuk program Ph.D ku, huahua kapan dong bisa Ph.D?? ga ngebayangin gimana rasanya jadi mahasiswa graduate student yang setiap hari berpikir ttg jurnal, ttg penelitiannya, ttg hal-hal yang berbau laboratorium, subhanallah sama sekali belum terbayang, jangankan begitu rasanya aku kuliah s2 sekarang aja, masih banyak kurangnya,,maklumlah sudah jadi ibu muda (ohya kah???) ada baby imut yang harus diberikan kasih sayang yang mendalam..n_n)
Curcol sejenak,,duh ko ya aku belum terpanggil2 oleh Allah untuk mengunjungi satu negara saja untuk saat ini, pingin sekali bisa jalan-jalan berkualitas macam short term study begitu,,(soalnya kalo cuma jalan-jalan doang, orang biasa pun bisa =P) . banyak…banyakk….banyakkk sekali peluang2 tuh,,, coba aja buka website sith.itb.ac.id yang scholarship,, waduh eta meuni murudul pisan, tinggal ada niat untuk menghancurkan kelemotan ku terhadap toefl atau ielts,, minta rekomendasi dosen, cetak transkrip n ijazah, bikin plan study, next berangkaaaaaaaaaaaaaaatttttttt!! (meuni pede kituuu).. ya masalahnya adalah saya orang yang paling males kalo harus memulai membuka longman,,duh masyaallah kayaknya saya lebih seneng aplikasi langsung dengan membaca jurnal daripada baca teori2..
Daaaaaaaaaannnnnnnnnnn satu hal lagi yang akhir2 ini saya bersikap menutup mata terhadap tawaran2 di depan sanah. Tiada lain dan tiada bukan adalah bagaimana dengan kakandaku tercinta yang sedang menjadi abdi Negara ini,,heuheuheuheuheuheuheuheu (mau berpikir sampe botak pun rasanya saya mah ga sanggup ninggalin my belove 4ever ini untuk bisa study macam S3 di negeri orang, Singapore sekalipun,,huahua sekarang aja studi di bandung, suami di Jakarta, rasanya ingin nangis Bombay tiap hari n punya niat resign jadi graduate student dan beralih menjadi ibu rumah tangga tulen,,(hmmm cantiknya ;D)
Beberapa hari yang lalu, salah seorang dosen penguji (Alhamdulillah akhirnya seminar proposal rebess euy ;D) ngobrol panjang lebar dengan si saya tee,,yang intinya pelajari dan perdalamlah ttg tesis kamu,,jadilah orang yang ahli di bidang itu,,dan kamu bisa melanjutkan studi untuk kemudian di aplikasikan di itb ini (dengan kata-kata sederhana mah, ras kamu diberi kesempatan untuk jadi dosen disinià mudah2n bukan statement yang berlebihan).
Dan apa yang terpikir kala itu,,wuww, jadi dosen di itb artinya akan terlaksana ketika usia saya menginjak 30 tahun berarti masih sekitar 7 tahun lagi ya, heuheu..daaaaaaaaan yang paling mumet untuk dipikirkan adalah proses untuk menjadi staf akademik itu bisa dilihat dari mapping ini: lulus s2 (+0,5 tahun)à ngelamar kerja hingga bisa diterima kerja (+3 tahun)à ngelamar scholarship Ph.D (+1 tahun)àkuliahnya (+3 tahun)——-à total 7,5 tahun,,,yang paling ga kuku adalah sekolah di negeri orang tentu harus rela plus rido ninggalin suami bahkan anak, (huhu ini mah bagian yang bikin saya selalu mencela diri, kamu tuh hidup buat melayani suami n anak2 mu,,itulah ladang amal terbesar buat seorang wanita,, duh ini bagian yang amat sangat mengundang hormon kortisol untuk berenang-renang di pembuluh darahku)..
Walhasil saya Cuma adem ayem n sok manggut-manggut aja ketika didoktrin oleh bapak untuk mengkader penerus2nya itu (heuheu mudah2an bapaknya ga baca tulisan ini,,:p)
Up..up..up..walo begitu saya masih punya asset terbesar untuk melancarkan aksi saya (meuni terlarang begini bahasanya bo). Berdasarkan peta hidup antara aku dan si dia, kita akan gantian studi, insyaAllah (tolong aminkan sodara-sodara) saya lulus juli 2012,,setelah itu suami sayalah yang mau melanjutkan studi s1 nya. Saya amat sangat berazam sekali,,saya harus berperan dalam mensukseskan program penggendutan badan suami (wekwek,,) bukan ding, saya harus selalu sigap menjadi asisten suami (ya istri lah, ya tukang masaknya lah, ya tukang pengatur nutrisi penting untuk tubuhnya lah,,ini-ini bagian terpenting untuk menjadi seorang mahasiswa sukses salah satunya adalah nutrisi yang memasuki sel-sel di dalam tubuh manusia tersebut,,setelah baca grupnya emak-emak alumni itb (itb motherhood) duh asa ngeri pisan yang namanya makanan dari luar,,ya kontaminasi oploslah, ya pewarna tekstil lah, ya tiren-tirenlah, ya halal haramlah, saya bertekad akan menjadi pelajar kuliah memasak yang baik dan aplikatif di laboratorium dapur nanti (doakan ya semoga suatu saat punya tempat tinggal layak huni J) n berazam bisa lulus cumlaude di studi masakologi ini (masak-memasak =P). Daaaaaannnn rasanya ingin sekali eksploitasi suami (duh terlarang..) untuk bisa lanjutin studi s2nya di negeri yang jauh dari Indonesia, macam eropa gitu,,heuheu ngarep bu.. saya lagi ngelacak pns-pns non lembaga scientist yang bisa dikuliahin ke abroad dengan judul tugas belajar,,,nah mantep kan!!.. (ada gag ya,,pasti adalah ya)…
Duh terlarang sekali (meuni enak ih ngomong ‘terlarang’),,,xixixi
Saya sudahi serangkaian kalimat ini dengan bacaan bismillahirrohmanirrohim semoga semua impian tetap berada pada jalur yang selalu diridhoi Allah SWT. Amin.
Comments on: "g.a.l.a.u (GOD always listening always understanding)" (2)
Semangat bu dosen^^
amin,,semoga diberi yang terbaik ^^